Beliau menyatakan bahwa memastikan petani kami dapat menghasilkan kakao berkualitas, memiliki akses terhadap ketersediaan pasar, mengatasi faktor logistik, dan mendapatkan komitmen dari Pemerintah Daerah adalah tugas penting bagi kami dalam hal transfer pengetahuan dan pembangunan ekonomi.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dan rekomendasi praktis untuk meningkatkan pengembangan perkebunan kakao di Kalimantan Tengah, dengan tujuan untuk menjadikan wilayah tersebut lebih sejahtera.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kadisbun Provinsi Kalimantan Tengah Rizky R. Badjuri melaporkan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengangkat komoditas kakao, agar komoditas kakao tidak lagi menjadi komoditas yang paling tidak penting melainkan menjadi komoditas unggulan di Kalimantan Tengah ke depan.
Menurutnya, komoditas kakao akan segera berkontribusi terhadap pengembangan komoditas perkebunan di Kalimantan Tengah, bersama empat komoditas unggulan lainnya yakni kelapa sawit, karet, kelapa, dan kopi.
Rizky mengatakan, komoditas kakao di Kalimantan Tengah sudah menunjukkan tren keberhasilan yang jelas, kemajuannya terlihat di Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya.
Ia menyatakan, komoditas kakao tidak akan menimbulkan dampak sosial negatif jika ditanam di hutan atau kawasan perhutanan sosial, karena pohon kakao tidak menimbulkan permasalahan seperti komoditas kelapa sawit dalam hal pertumbuhan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

