Lebih lanjut Diah Chandra menjelaskan bahwa penilaian ADWI mencakup tujuh kategori, yaitu: daya tarik pengunjung yang memiliki keunikan dan keaslian alam dan buatan, homestay, souvenir, digital dan kreatif, toilet umum, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability), dan kelembagaan desa.
Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI Indra Ni Tua mengutarakan kekagumannya setibanya di desa wisata Sei Sekonyer, dirinya sudah dapat melihat dan merasakan ciri khas yang berbeda di desa tersebut, yaitu keasrian alamnya. “Ini luar biasa, hutan dan sungai masih terjaga keasliannya, desa yang sangat asri. Tentu ini akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, terlebih adat dan budaya masih sangat terjaga keasliannya,” ucap Indra.
Sebagai Informasi, Desa Sei Sekonyer ditetapkan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia, dikarenakan memiliki keunggulan dan kelebihan yang menonjol dari desa lainnya di Kalimantan Tengah. Kelebihan dan kekhasan itu diantaranya: mempunyai hutan dan sungai yang masih baik bersih dan terjaga keasliannya, tempat terbaik untuk melakukan pengamatan satwa terutama orang utan bekantan dan satwa lainnya, sejarah tempat penelitian orang utan pertama di dunia, salah satu destinasi ekowisata di Indonesia, keasrian desa yang sangat nyaman, serta memiliki adat budaya yang masih terjaga keasliannya. Tak kalah menariknya Desa Sei Sekonyer berhadapan langsung dengan Taman Nasional Tanjung Puting.

