Kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi Ahi Leluni sekaligus menelusuri penyebab terhentinya bantuan PKH yang diterimanya sejak pertengahan 2025.
Akibat penghentian bantuan tersebut, Ahi Leluni kini harus bergantung pada bantuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Syahdani menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), data Ahi Leluni tercatat berada pada Desil 5. Kondisi tersebut membuat yang bersangkutan tidak masuk dalam kelompok prioritas penerima bantuan sosial berdasarkan data yang digunakan.
“Setelah kami cek melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), data yang bersangkutan berada pada Desil 5, sehingga tidak masuk dalam kelompok prioritas penerima bantuan sosial,” kata Syahdani, Senin (2/11).
Menanggapi kondisi tersebut, Dinsos Barsel berkomitmen melakukan verifikasi dan pemutakhiran data agar informasi dalam sistem benar-benar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi di lapangan.
Menurut Syahdani, pembaruan data menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan memperoleh bantuan sesuai ketentuan.
“Kami ingin memastikan warga yang membutuhkan tidak luput dari perhatian. Oleh karena itu, verifikasi dan pemutakhiran data perlu dilakukan sesuai kondisi riil,” tambahnya.
Ia berharap proses verifikasi tersebut dapat membuka peluang bagi Ahi Leluni untuk kembali diusulkan sebagai calon penerima bantuan sosial apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.
Selain melakukan pendataan, Dinsos Barsel juga menyerahkan bantuan sembako secara langsung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi warga tersebut.
“Proses pengusulan ini akan kami kawal hingga tuntas. Harapan kami, setelah pemutakhiran data, kondisi yang bersangkutan dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan kelayakan penerima bantuan,” tutup Syahdani.
Melalui langkah tersebut, Dinsos Barsel berharap penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran dan masyarakat rentan, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh perhatian sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing. *#TIM#* www.lintasberita1.com

