Kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi Ahi Leluni sekaligus menelusuri penyebab terhentinya bantuan PKH yang diterimanya sejak pertengahan 2025.
Akibat penghentian bantuan tersebut, Ahi Leluni kini harus bergantung pada bantuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Syahdani menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), data Ahi Leluni tercatat berada pada Desil 5. Kondisi tersebut membuat yang bersangkutan tidak masuk dalam kelompok prioritas penerima bantuan sosial berdasarkan data yang digunakan.
“Setelah kami cek melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), data yang bersangkutan berada pada Desil 5, sehingga tidak masuk dalam kelompok prioritas penerima bantuan sosial,” kata Syahdani, Senin (2/11).
Menanggapi kondisi tersebut, Dinsos Barsel berkomitmen melakukan verifikasi dan pemutakhiran data agar informasi dalam sistem benar-benar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi di lapangan.

