Untuk meningkatkan mutu pelayanan Asma dan PPOK yang diberikan kepada masyarakat, maka tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) harus mempunyai kemampuan mendiagnosis dan menangani penyakit tersebut secara akurat. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penatalaksanaan “Asma dan PPOK dengan Pendekatan Praktis Kesehatan Paru di FKTP,” lanjutnya.
Perlu diketahui bahwa di beberapa negara, termasuk Indonesia, penatalaksanaan pasien gangguan pernafasan dilakukan di FKTP berdasarkan gejala, tanpa indikasi yang jelas dan sistematis. Ia menyimpulkan, layanan penyakit pernapasan di Indonesia biasanya fokus pada gejala utama, seperti batuk dan sesak napas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Widyaiswara UPT Bapelkes Palangka Raya bertindak sebagai pengendali pelatihan, dengan partisipasi Dokter dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). *#TIM#* www.lintasberita1.com

