Palangka Raya, 20 Mei 2025 — Dalam upaya mendukung pengurangan kehilangan dan pemborosan pangan (Food Loss and Waste/FLW), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Candra, mengikuti Sosialisasi dan Koordinasi Gerakan Selamatkan Pangan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng, Jalan Willem AS No. 09 Palangka Raya.
Dalam paparannya, Agus Candra mengungkapkan bahwa secara global, FLW merupakan tantangan besar dalam sistem pangan, di mana menurut data FAO (2011), sekitar 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahun.
“Sementara kita menghadapi ancaman krisis pangan dan persoalan gizi, pemborosan pangan justru menjadi ironi. Ini menjadi perhatian serius tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga secara global,” tegasnya.
Agus menekankan bahwa Gerakan Selamatkan Pangan menjadi bagian dari komitmen nasional dalam mewujudkan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12.3, yaitu mengurangi sampah makanan per kapita hingga 50% pada 2030. Di sisi lain, program ini juga mendukung SDGs nomor 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).
“Komitmen ini diperkuat dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020–2024, khususnya pada Prioritas Nasional 1 dalam penguatan ketahanan ekonomi,” sambungnya.
Program ini juga merupakan bagian dari prioritas ketiga pembangunan pangan nasional, yakni peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan.
Sejak 2022, Badan Pangan Nasional telah menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan dengan dua pendekatan utama: Pencegahan pemborosan pangan melalui kebijakan, sosialisasi, promosi, dan advokasi kepada masyarakat luas, Distribusi pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan guna mengurangi kerawanan pangan dan gizi.“Gerakan ini bukan hanya penyelamatan pangan, tetapi juga penyelamatan masa depan. Kita perlu pastikan pangan yang ada tidak sia-sia, melainkan berguna untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelas Agus.
Dalam sosialisasi ini, Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak, melibatkan unsur pentahelix: Academics, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), baik di pusat maupun daerah, untuk mendukung keberhasilan gerakan ini.
“Pemerintah memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan dan menetapkan arah kebijakan, serta melakukan intervensi terhadap isu pemborosan pangan,” tutupnya.
Sosialisasi ini turut diikuti oleh Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Rudy Handoko, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Sri Damaiyanti, serta pejabat fungsional terkait dari Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng. *#TIM#* www.lintasberita1.com
MMC KALTENG

