Program ini juga merupakan bagian dari prioritas ketiga pembangunan pangan nasional, yakni peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan.
Sejak 2022, Badan Pangan Nasional telah menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan dengan dua pendekatan utama: Pencegahan pemborosan pangan melalui kebijakan, sosialisasi, promosi, dan advokasi kepada masyarakat luas, Distribusi pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan guna mengurangi kerawanan pangan dan gizi.“Gerakan ini bukan hanya penyelamatan pangan, tetapi juga penyelamatan masa depan. Kita perlu pastikan pangan yang ada tidak sia-sia, melainkan berguna untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelas Agus.
Dalam sosialisasi ini, Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak, melibatkan unsur pentahelix: Academics, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), baik di pusat maupun daerah, untuk mendukung keberhasilan gerakan ini.
“Pemerintah memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan dan menetapkan arah kebijakan, serta melakukan intervensi terhadap isu pemborosan pangan,” tutupnya.
Sosialisasi ini turut diikuti oleh Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Rudy Handoko, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Sri Damaiyanti, serta pejabat fungsional terkait dari Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng. *#TIM#* www.lintasberita1.com

