Dijelaskan bahwa program Posyandu Holistik Integratif merupakan inovasi daerah yang patut diprioritaskan sebagai strategi pemberdayaan. Intinya, program ini merevitalisasi Posyandu mandiri dan penuh waktu, mengintegrasikannya dengan layanan sosial lain di desa tanpa mengabaikan tujuan utamanya sebagai platform program kesehatan berbasis masyarakat, pengembangan keluarga balita, dan pendidikan anak usia dini. Selain itu, program ini juga melaksanakan inisiatif terkait ekonomi keluarga, ekonomi kreatif, dan pendidikan masyarakat.

“Posyandu tentu tidak akan bisa berjalan tanpa adanya orang-orang mulia yang kita kenal sebagai pengurus. “Pengurus Posyandu adalah pengurus kesehatan yang berasal dari anggota masyarakat yang dipilih oleh masyarakat, dan pengurus Posyandu bekerja secara sukarela untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya,” ujarnya.

Dalam keterangannya, berbagai tugas yang dilakukan para kader berperan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Tugas-tugas ini mencakup persiapan pelayanan Posyandu sebelum dimulainya, pada hari pelaksanaannya, dan bahkan setelahnya. Selain itu, pada konsep ILP Posyandu yang akan datang, kunjungan rumah akan dilakukan pasca hari layanan Posyandu. Hal ini akan memudahkan pemantauan wilayah setempat dengan fokus pada keseluruhan siklus hidup, dengan pendampingan kader oleh petugas kesehatan.