Kondisi banjir di Kabupaten Lamandau

Kondisi demikian tentu sangat meprihatinkan, banjir di Kalimantan Tengah seakan menjadi kalender tetap setiap tahun, bahkan bisa terjadi dua sampai tiga kali dalam setahun bila melihat periodik dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022.

Gubernur Kalteng Tinjau Banjir Di Bukit Rawi

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut, mengingat banjir yang melanda Kalimantan Tengah, terjadi saat permasalahan lain belum usai”Banjir melanda di saat pandemi covid 19  belum berakhir, inflasi menghantam sendi kehidupan diiringi dengan kenaikan harga BBM, semuanya harus kita hadapi dan ditangani simultan secara bersamaan” ucap Sugianto Sabran di Palangka Raya, Senin (17/10/2022).

Gubernur Kalteng Tinjau Banjir Di Bukit Rawi

“ Bahwa akibat banjir masyarakat petani tidak bisa bercocok tanam dan gagal panen karena lahannya terendam air, sehingga hal tersebut melahirkan permasalahan sosial dan ekonomi, masyarakat kehilangan mata pencahariannya “ Tegas Sugianto Sabran  dengan raut wajah Pilu.

“Umumnya masyarakat yang ada di pedesaan dan masyarakat sekitar hutan adalah bertani, tapi dengan adanya banjir yang bisa terjadi hingga tiga kali dalam setahun, apa yang mereka harapkan dari sektor pertanian, hal ini akan menciptakan tren kemiskinan di tingkat pedesaan” Tambahnya.