Palangka Raya, lintasberita1.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Freddy Ering menyarankan sekaligus meminta kepada penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum maupun Badan Pengawas Pemilihan Umum provinsi ini, agar anggaran Pemilihan Kepala Daerah 2024 disimpan di Bank Kalteng.
“Siapa lagi yang harus utama mendukung peningkatan bank daerah, kalau bukan kita semua. Jadi, sebaiknya dana Pilkada 2024 disimpan di Bank Kalteng, bank milik pemerintah daerah,” ucapnya.
Menurut dia, permintaan ini karena dana pilkada yang dianggarkan sebesar Rp180 miliar bersumber dari APBD provinsi, sekaligus bentuk dukungan dan kepedulian lembaga penyelenggara pemilu terhadap kemajuan Bank Kalteng.
Perkembangan dan pelayanan Bank Kalteng, kata dia, sudah dan terus mengalami perbaikan. Bahkan, fasilitas maupun jangkauan Bank Kalteng pun telah menjangkau ke seluruh kecamatan yang ada di provinsi terluas di Indonesia ini, sehingga mempermudah penyaluran dana pelaksanaan pilkada sampai ke tingkatan paling bawah.
“Jika pun ada diiming-imingi berbagai reward menarik dari bank lain, ya sebaiknya diabaikan saja. Tetap lebih baik jika disimpan di bank milik pemda. Dana pilkada kan uang daerah, bukan bersumber dari APBN atau dana pribadi,” pungkasnya.
Wakil rakyat Kalteng dari Daerah Pemilihan V meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau itu, juga mengingatkan dalam penempatan dan penggunaan dana pilkada harus sesuai dengan aturan mekanisme yang transparan dan akuntabel. Untuk itu, apabila ada reward yang diterima, baik berupa uang, misalnya jasa giro atau bunga deposito, maka itu harus langsung disetor ke kas negara/kas daerah.

