Palangka Raya, lintasberita1.com – Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Reja Framika mendorong Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) setempat agar memantau harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) di pasar.

Itu ditanggapinya ketika ditanya terkait fenomena harga kenaikan telor ayam. Harga telor dalam satu bulan belakangan ini mengalami kenaikan dari harga awal Rp.28.000 menjadi Rp.30.200 perkilogram.

“Jangan sampai ada praktek monopoli pasar ataupun hal-hal yang bersifat merugikan masyarakat,” ucapnya, Selasa (30/8/2022).

Reja Framika juga menyinggung soal fenomena telor ayam asli palsu (aspal). Dijelaskannya fenomena itu pernah ditemukan di Pulau Jawa.

“Oleh karena itu, kontrol terhadap pengawasan telor ayam di Kota Palangka Raya harus selalu dilakukan, jangan sampai kemasukan telor ayam Aspal disaat harga telor ayam sedang naik,” pungkasnya.

Dirinya mengingatkan kepada masyarakat agar jangan membeli telor ayam dulu ketika harganya mengalami kenaikan yang signifikan.

Ia juga memberikan opsi agar membeli bahan baku makanan lain yang memiliki nilai protein dan kandungan gizi yang menyerupai telor ayam.

www.lintasberita1.com *#TIM#*