Program “Pak Agustiar Mengajar” merupakan bagian dari visi besar Pemprov Kalteng dalam mendorong transformasi pendidikan digital melalui platform Kelas Digital Huma Betang, sebuah Learning Management System (LMS) yang dikembangkan Dinas Pendidikan Provinsi.
“Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan guru, siswa, sekolah, dan Dinas Pendidikan dalam satu ekosistem digital terpadu,” jelas Muhammad Reza Prabowo, Plt. Kadisdik Kalteng.
Ia menambahkan bahwa LMS ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara sinkronus (real-time) maupun asinkronus (fleksibel), sehingga siswa di daerah mana pun dapat mengakses materi pelajaran kapan saja dan di mana saja.
Pada tahun 2025, LMS ini mulai diuji coba di beberapa sekolah (piloting), dan akan diintegrasikan sepenuhnya pada tahun 2026-2027 di seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Pemprov Kalteng.
Wakil Gubernur H. Edy Pratowo turut menegaskan bahwa program ini menjadi ruang strategis untuk menyosialisasikan program unggulan Pemprov Kalteng, seperti Sekolah Gratis dan Kuliah Gratis. Pemprov telah menjalin kerja sama dengan 32 perguruan tinggi di Indonesia agar siswa Kalteng memiliki akses pendidikan tinggi tanpa beban biaya.
“Program ini mempertemukan langsung pemimpin daerah dengan pelajar, membuka ruang komunikasi dan inspirasi, tanpa terhalang oleh jarak,” ujar Edy.

