Kinerja serupa terjadi pada kemampuan numerasi. Di SMA, capaian numerasi meningkat dari 63,56 menjadi 68,54, sementara SMK naik dari 62,1 menjadi 68,93. Di Sekolah Khusus, lonjakan spektakuler terjadi dari angka 58,6 ke 85 dalam satu tahun.
“Ini adalah bukti konkret perhatian dan keberpihakan Bapak Gubernur H. Agustiar Sabran terhadap sektor pendidikan di Kalimantan Tengah,” ujar Reza.
Kepuasan Dunia Kerja dan Partisipasi Sekolah Meningkat
Indikator lain yang patut diapresiasi adalah tingkat kepuasan dunia kerja terhadap lulusan SMK, yang melonjak dari 68,37 di tahun 2024 menjadi 75,89 di tahun 2025. Hal ini menjadi indikator penting meningkatnya relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Selain itu, angka partisipasi sekolah turut naik sebesar 3,03%, yang menurut Reza merupakan hasil dari berbagai program strategis, mulai dari pelatihan guru daring, asesmen minat dan bakat siswa, hingga pelatihan dasar keterampilan siswa yang digelar secara masif dan terstruktur.
Transformasi Digital Pendidikan
Sejalan dengan visi pendidikan inklusif dan merata, Dinas Pendidikan Kalteng juga terus mendorong transformasi digital. Dengan dukungan papan tulis interaktif, panel surya, dan teknologi internet satelit Starlink, akses pembelajaran kini menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan terluar Kalimantan Tengah.

