“Dengan demikian, diharapkan nantinya Dokumen Perencanaan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah ini benar-benar merupakan jabaran dari gambaran, mimpi, harapan dan cita-cita dari seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat di Kalimantan Tengah sampai 20 tahun ke depan,” pungkasnya.

Selanjutnya, Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri Hadi Prabowo menyampaikan dalam arahannya, Musrenbang perlu didorong sebagai forum menampung aspirasi dan masukan dari berbagai stakeholders guna memperdalam berbagai perumusan kebijakan perencanaan daerah yang solutif atas permasalahan dan isu Pembangunan Jangka Panjang.

“Pengoptimalan pengelolaan potensi daerah sebagai bagian pertimbangan strategis dalam penentuan solusi permasalahan pembangunan daerah,” bebernya.

 

Ia menekankan, kolaborasi berbagai pihak termasuk non pemerintahan (Pentahelix) dengan komitmen yang tinggi dalam pembangunan dapat diwujudkan dengan kerja sama dengan pembagian peran yang jelas menjadi kunci penyelesaian permasalahan dan isu pembangunan yang kompleks.

“Perlu memperhatikan dengan aktif berbagai dinamika kebijakan dan arahan Pembangunan Nasional sebagai bagian dari menjamin sinkronisasi, keselerasan, dan kesinambungan pembangunan Pusat dan Daerah,” tandasnya.’