Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menggencarkan sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Mengambil momentum pelaksanaan Kalteng Expo 2026, BPS Kalteng berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik menyelenggarakan edukasi melalui program podcast yang dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026). Acara ini dipandu langsung oleh pembawa acara Ika Alkinaya dari stan pameran Diskominfosantik.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Kalteng, Silvia Sari, mengungkapkan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sensus ini menjadi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik guna memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, baik di tingkat nasional maupun daerah hingga wilayah terkecil.

(Baca Juga: Apel Gabungan ASN dan Pegawai Kontrak, Kepala Bappedalitbang: Jaga Netralitas dan Gunakan Hak Suara Pada Pilkada 2024)

“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan dan dinamika ekonomi kita selama sepuluh tahun terakhir setelah pelaksanaan sensus pada 2016 lalu,” ujar Silvia dalam podcast tersebut.

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, tercatat sebanyak 237.912 unit usaha di Kalimantan Tengah. Sebagian besar usaha tersebut tersebar di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Palangka Raya. Menariknya, sebesar 98,42 persen dari total usaha tersebut merupakan skala Usaha Mikro Kecil (UMK) yang menjadi motor utama perekonomian Bumi Tambun Bungai, dengan dominasi sektor perdagangan.

Silvia menjelaskan, di era big data saat ini, metode sensus secara langsung atau door to door tetap sangat penting. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau pelaku usaha konvensional maupun ekonomi digital baru seperti pedagang online rumahan dan kreator konten yang berpotensi luput dari pendataan.

Seluruh sektor usaha akan didata secara menyeluruh, mulai dari pertambangan, pertanian, perdagangan, hingga jasa akomodasi dan kuliner, baik dalam skala besar maupun mikro.

BPS Kalteng Gencarkan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Lewat Podcast Diskominfosantik
Foto bersama

Proses Sensus Ekonomi 2026 kini telah memasuki tahap awal sejak Mei 2026 melalui metode pengisian mandiri secara daring serta pendampingan pengisian bersama (Ngibar) khusus bagi segmen usaha besar dan menengah. Sementara itu, pendataan lapangan secara door to door akan berlangsung serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

BPS Kalteng juga mengerahkan sebanyak 2.487 mitra statistik yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Para petugas telah melalui seleksi dan pelatihan ketat sebelum diterjunkan ke lapangan.

Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir mengenai keamanan data, karena kerahasiaan informasi responden dijamin sepenuhnya oleh undang-undang. Data yang dihimpun hanya akan dipublikasikan dalam bentuk agregat tanpa mengungkap identitas individu maupun pelaku usaha.

Petugas resmi di lapangan nantinya dilengkapi atribut berupa rompi hitam-oranye, surat tugas, serta tanda pengenal dengan QR Code untuk memastikan keabsahan petugas.

Di akhir perbincangan, Silvia Sari mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Tengah untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas serta memberikan data secara jujur dan lengkap.

“Sesuai slogan BPS, Data Akurat, Kebijakan Tepat, hasil sensus ini akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” pungkasnya.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Sensus Ekonomi 2026 dapat mengakses situs resmi Sensus Ekonomi 2026 atau layanan WhatsApp Huma Data BPS Kalteng di 0811-5216-200. *#TIM#* www.lintasberita1.com