Silvia menjelaskan, di era big data saat ini, metode sensus secara langsung atau door to door tetap sangat penting. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau pelaku usaha konvensional maupun ekonomi digital baru seperti pedagang online rumahan dan kreator konten yang berpotensi luput dari pendataan.
Seluruh sektor usaha akan didata secara menyeluruh, mulai dari pertambangan, pertanian, perdagangan, hingga jasa akomodasi dan kuliner, baik dalam skala besar maupun mikro.
BPS Kalteng Gencarkan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Lewat Podcast Diskominfosantik
Foto bersama
Proses Sensus Ekonomi 2026 kini telah memasuki tahap awal sejak Mei 2026 melalui metode pengisian mandiri secara daring serta pendampingan pengisian bersama (Ngibar) khusus bagi segmen usaha besar dan menengah. Sementara itu, pendataan lapangan secara door to door akan berlangsung serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
BPS Kalteng juga mengerahkan sebanyak 2.487 mitra statistik yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Para petugas telah melalui seleksi dan pelatihan ketat sebelum diterjunkan ke lapangan.
Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir mengenai keamanan data, karena kerahasiaan informasi responden dijamin sepenuhnya oleh undang-undang. Data yang dihimpun hanya akan dipublikasikan dalam bentuk agregat tanpa mengungkap identitas individu maupun pelaku usaha.

