Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng oleh Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Hamka Mappaita, Jumat (22/ 9/2023) bertempat di Ruang Rapat Pusdalops PB, Palangka Raya.

Pada pertemuan ini, Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan bahwa penanganan Karhutla di Kalteng mengalami tren peningkatan pada bulan Mei 2023 hingga 21 September 2023, Hotspot (HS) lebih tinggi terjadi pada bulan Mei dan bulan Agustus 2023.

“Kejadian Karhutla dan luas Karhutla yang ditangani oleh Tim Satgas juga mengalami peningkatan pada bulan Mei 2023 sampai dengan saat ini 21 September 2023. Peningkatan tren ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan pada beberapa wilayah di Kalteng,” jelasnya.

“Sejak penetapan status siaga Karhutla pada tanggal 29 Mei sampai dengan 10 November 2023, Pemerintah Provinsi melalui BPBPK Prov. Kalteng telah membentuk Posko Lapangan di Kabupaten/Kota sebanyak 35 Posko Lapangan, dengan dukungan Dinas Kehutanan Prov. Kalteng dari DBH DR berupa honorarium, nasi kotak, snack dan kopi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Toyib menyampaikan Tim Satgas Darat pergerakan lebih pagi, pada pukul 07.00 WIB sudah bergerak ke lokasi Karhutla jadi sebelum api membesar, apinya sudah bisa dipadamkan. “Berdasarkan pengalaman kami selama ini menangani Karhutla, lebih pagi akan lebih bagus karena jika sudah siang kondisi api sudah membesar. Bergerak lebih cepat, api lebih mudah dipadamkan. Kami juga aktif melakukan diskusi dan berkoordinasi termasuk kendala-kendala yang dihadapi di lapangan oleh tim satgas Karhutla di Kab/Kota yang dilaksanakan melalui rapat perencanaan dan evaluasi yang setiap sore dilaksanakan baik melalui WhatsApp Group maupun juga secara virtual zoom meeting,” bebernya.