Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (BPBPK Prov Kalteng) mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pengelolaan Hutan dan Kebakaran di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023. Rapat tersebut berlangsung di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Rapat yang dilakukan secara tatap muka dan virtual ini dipimpin oleh H. Nuryakin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (16/10/2023),.

Ahmad Toyib, Kepala Pelaksana BPBPK Prov. Kalteng sekaligus Komandan Harian Penanggulangan Bencana Hutan, Lahan dan Kehutanan Provinsi menyatakan, pihaknya mendapat ilmu dari tantangan yang dihadapi pada tahun 2019 akibat El Nino. Oleh karena itu, Gubernur Kalteng telah mewaspadai potensi ancaman El Nino sejak awal tahun 2023. Menurut Toyib, langkah yang dilakukan Gubernur Kalteng antara lain dengan menerbitkan Surat kepada Bupati/Walikota Kalteng tentang 25 Januari 2023 tentang Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023.

Kemudian, Toyib juga menyebutkan bahwa dalam Rakor yang dilaksanakan pada 15 Maret 2023, salah satu fokus utama adalah potensi perlunya segera ditetapkan Status Siaga Darurat Hutan dan Kehutanan, yang dituangkan dalam Pasal 8 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nomor 9 Tahun 2018. Selain itu, SK Nomor 188.44/211/2023 diterbitkan untuk menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, sedangkan SK Nomor 188.44/397/2023 diterbitkan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana tersebut.

“Dalam masa tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 15 Oktober 2023, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan dukungan pemerintah pusat, jajaran TNI Polri dan seluruh unsur terkait melakukan upaya. untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan, yaitu tambahan. Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau khususnya Desa Tanjung Taruna memiliki 162 unit unit pemadam kebakaran darat yang melaksanakan operasi pemadaman kebakaran darat. “Penambahan personel hendaknya memperkuat kerja tim pemadam kebakaran yang telah melakukan pemadaman kebakaran sejak Mei 2023. Personil yang terlibat terdiri dari relawan/masyarakat setempat didampingi unsur TNI dan Polri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Toyib mengungkapkan, pemanfaatan dua pesawat TMC turut serta dalam pelaksanaan operasional Weather Modification Technology (TMC). Selain itu, operasi water bombing ditingkatkan dengan menambah satu unit helikopter water bombing yang ditempatkan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Selain itu, masyarakat yang terkena dampak juga diberikan pengobatan gratis untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh asap. Bantuan ini diberikan di Posko Lapangan, Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Upaya mitigasi yang dilakukan secara kolaboratif dan terpadu pada masa tanggap darurat telah membuahkan hasil positif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Indikator utama perbaikan adalah kualitas udara yang berada pada level berbahaya di Kota Palangka Raya, Kota Sampit, dan Kota Buntok pada tanggal 4-5 Oktober 2023. Namun pada tanggal 14-15 Oktober 2023 akan terjadi perbaikan pada kualitas udara. tidak sehat sampai pada tingkat yang sangat tidak sehat. Dari sisi jarak pandang, pada 5 Oktober 2023, jarak pandang terendah yang tercatat di Kota Buntok adalah 700 meter, bahkan lebih rendah lagi pada pagi hari. Pada 14 Oktober 2023, jarak pandang meningkat menjadi lebih dari 1 kilometer. Dari segi cuaca, meskipun pada tanggal 5 Oktober 2023 dilaporkan berasap, namun pada tanggal 14 Oktober 2023 terjadi perbaikan, meskipun di beberapa wilayah masih sedikit berasap.

Pada masa tanggap darurat, telah terjadi perbaikan pada indikator-indikator utama penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Namun ancaman kebakaran ini masih terus terjadi dan memerlukan perhatian penuh kita. Kami mendasarkan pernyataan ini pada dua indikator: temuan dari patroli udara dan upaya tim darat. Indikator-indikator tersebut menunjukkan masih terjadinya kebakaran luas dan aktif di berbagai wilayah antara lain Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kabupaten Sukamara yang belum sepenuhnya padam. Selain itu, menurut prakiraan BMKG, musim kemarau di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah diperkirakan masih akan berlanjut hingga Dasarian II pada November 2023.Oleh karena itu, bahaya kebakaran hutan dan lahan masih menjadi potensi ancaman hingga saat ini.

Selain itu, diklarifikasi bahwa Pemkab telah menerima laporan bahwa Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Katingan akan memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 16 Oktober 2023 dan berakhir pada tanggal 29 Oktober 2023. Selanjutnya, Kabupaten Kotawaringin Timur juga memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung sejak 17 Oktober dan berakhir pada 23 Oktober 2023. Dengan demikian, hingga 29 Oktober 2023, tersisa tiga kabupaten, yaitu Pulang Pisau, Kapuas. , dan Katingan, yang masih masuk dalam klasifikasi Tanggap Darurat Bencana Hutan dan Kehutanan.

“Bagi kabupaten yang masa tanggap daruratnya telah berakhir, wajib memperpanjang status tanggap darurat minimal tujuh hari, sampai dengan tanggal 22 Oktober 2023, atau sama dengan masa Kabupaten Barito Selatan, sampai dengan tanggal 23 Oktober 2023, sehingga seluruh upaya Pengelolaan Kehutanan dan Lahan Sementara itu, provinsi ini memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan selama 14 (empat belas) hari setelah status tanggap darurat terlama di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Kapuas, Kabupaten Catingan, dan Kabupaten Pulang Pisau”, – beliau dikatakan.

“Mengingat sebaran risiko kebakaran hutan dan lahan akan terus menurun setelah perpanjangan masa darurat berakhir, dan wilayah Kalimantan Tengah akan memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, maka keadaan darurat akan terjadi. terus menurun. Status respons dapat diturunkan ke status transisi darurat ke pemulihan hingga tanggal 20 November 2023. Oleh karena itu, sumber daya untuk memerangi kebakaran hutan dan lahan akan tersedia pada akhir musim kemarau. “Sampai saat ini masih bisa digunakan,” tutupnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com