Kemudian, Alpius menjelaskan cara mengoperasional dan mengevaluasi SPAB secara mandiri melalui aplikasi InaRisk Personal oleh petugas yang ditetapkan pihak sekolah, sehingga secara mandiri dapat melakukan penilaian terhadap sekolah.
“Kami dari BPBD mengapresiasi telah terbentuknya Tim Siaga Bencana di SMA Negeri 1 Kapuas Barat, dan juga komitmen kedua sekolah untuk mendukung supaya SPAB bisa terwujud”, tukasnya.
Di tempat yang sama, Kepala SMAN 1 Kapuas Barat, Negu mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari BPBD Prov. Kalteng untuk memberikan sosialisasi Pengenalan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada siswanya.
“Kami berharap untuk terus didampingi dalam mewujudkan SPAB di sekolah kami”, pungkas Kepsek SMAN 1 Kapuas Barat.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kuala Kapuas, Setia Rini menyampaikan apresiasi atas kedatangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah bersedia memberikan materi Pengenalan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada siswa SMAN 2 Kuala Kapuas.
“Kami minta untuk terus didampingi dalam mewujudkan SPAB di SMAN 2 Kuala Kapuas ini, agar dapat terwujud sesuai harapan kami”, tandas Kepsek SMAN 2 Kuala Kapuas.
www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)

