
Pengeboman air dilakukan dalam keadaan darurat di wilayah patroli atau saat Satgas menerima laporan adanya kebakaran yang tidak dapat diakses oleh tim lapangan. Operator helikopter menggunakan selempang sepanjang 30 meter untuk membawa keranjang air, dengan asumsi area operasi datar dan pencucian bawah helikopter dapat diatur. Rencana operasional rinci rute patroli udara dan water bombing ditentukan setelah menganalisis laporan dari BMKG tentang cuaca, sebaran titik panas, dan pos lapangan yang tersebar di 35 titik di Kalimantan Tengah.
Selain itu, BNPB akan tetap memantau perkembangan kejadian karhutla di Kalteng dengan memanfaatkan pantauan satelit dan berkoordinasi langsung dengan BPBPK. Pengoperasian helikopter akan disesuaikan dengan kebutuhan di daerah tersebut dan jika insiden karhutla diyakini semakin meningkat, BNPB akan segera mengirimkan tambahan helikopter untuk mendukung unit awal dalam operasinya,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

