Katma menjelaskan, dalam Sistem Informasi Pariwisata Nasional, nantinya akan menyajikan informasi mengenai daya tarik wisata, amenitas, aksesibilitas dan hal-hal lainnya yang menunjang kegiatan kepariwisataan Kalteng, sehingga diperlukan para surveyor yang cekatan dan memiliki pengalaman dalam melakukan survey lapangan.
Katma berharap, melalui Bimtek ini dapat meningkatkan kerjasama dan koordinasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyediaan layanan informasi kepariwisataan Kalteng.
“Untuk itu dukungan dari Dinas dan Badan terkait, terutama dari Dinas Pariwisata Kabupaten/ Kota sangat diperlukan, mengingat pengumpulan data tahap awal akan dihimpun dari Dinas Pariwisata kabupaten/ Kota se Kalteng,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalteng Adiah Chandra Sari dalam laporannya menyampaikan maksud diselenggarakan Bimtek ini untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penyediaan informasi kepariwisataan yang akurat dan terkini dalam rangka pengembangan pariwisata Kalteng.
“Tujuan kegiatan ini untuk membangun sistem informasi kepariwisataan berbasis web service, mengukur tingkat daya saing pariwisata daerah, dan terjalinnya koordinasi dan kolaborasi antara pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota,” tutur Adiah.

