Dengab adanya MOU bersama UPR ini merupakan suatu wujud perhatian Pemkab Barut, tambah Andrie, tentu memiliki alasan jangka panjang. Yakni, agar mendorong SDMnya untuk meningkatkan pengetahuan sampai kejenjang perguruang tinggi.

Koyem berharap lulusan mahasiswa Barut saat kembali ke daerah asal mereka dapat ikut dalam pembangunan daerah sebagai bentuk aplikasi ilmu yang selama ini didapat di perguruang tinggi.

Rektor juga mengatakan, ditengah Pandemi Covid-19 dan selaras dengan program pemerintah yakni ketahanan pangan, diharapkan lulusan UPR bisa mengkombinasikan bidang ilmu yang didapat selama berkuliah dengan ketahanan pangan.

“Sebenarnya bukan hanya ilmu pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan saja, tapi ilmu teknik, ekonomi, bahkan hukum bisa dikombinasikan untuk mensukseskan program ketahanan pangan. Itulah harapan kita. Mencetak lulusan yang kreatif, berinovasi dan mengabdi untuk masyarakat,” tutupnya

www.lintasberita1.com #RISMAN#