Kotawaringin Barat – www.lintasberita1.com – Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, danau, dan pesisir di Kalimantan Tengah melakukan penangkapan ikan sebagai mata pencaharian. Berbeda dengan budidaya perikanan, perikanan tangkap melibatkan tindakan menangkap ikan di habitat aslinya, seperti laut, sungai, danau, dan perairan lainnya. Selain di danau dan sungai, penangkapan ikan sebagian besar dilakukan di laut, khususnya di sekitar pantai dan landas kontinen.
Salah satu permasalahan yang muncul dalam perikanan tangkap adalah penangkapan ikan yang berlebihan (overfishing) yang mengakibatkan menurunnya populasi berbagai spesies dan selanjutnya mengurangi jumlah ikan yang ditangkap di habitat aslinya.
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran prihatin dengan permasalahan ini. Untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan yang lebih tinggi di Kalimantan Tengah, Gubernur Sugianto Sabran telah menawarkan bantuan kepada masyarakat nelayan dalam bentuk peralatan penangkapan ikan.
Pada Jumat (15/9/2023), Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi menyerahkan bantuan kepada Kelompok Karya Harapan Desa Kubu dan Kelompok Usaha Mina Jaya Desa Sungai Kapitan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Bantuan tersebut terdiri dari 15 unit mesin penggerak perahu dan 31 unit Alat Penangkap Ikan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dislut Prov. Kalimantan Tengah, Arief Rakhman menyatakan, dengan dukungan Pemprov Kalteng, diharapkan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi para nelayan sektor perikanan tangkap sehingga berdampak pada peningkatan produksi hasil tangkapan ikan.

