“Fakta ini sangat membanggakan kita agar bisa dipertahankan. Di sisi lain, nilai inflasi Prov. Kalteng pada 2020 tercatat 1,03% lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 3,5%, hal ini menunjukan bahwa nilai inflasi Kalteng masih terkendali, tidak ada lonjakan harga yang berubah drastis atau signifikan”, tambah H. Nurul Edy.
Lebih lanjut H. Nurul Edy menjelaskan, disamping peningkatan perdagangan, pembangunan industri juga memegang peranan yang tak kalah penting dalam pembangunan ekonomi suatu daerah. Penumbuhan dan pengembangan industri memiliki tujuan guna mewujudkan industri yang berdaya saing, berperan signifikan dalam penguatan struktur industri daerah, pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja, serta menghasilkan barang atau jasa industri untuk keperluan menghadapi pasar bebas.
H. Nurul Edy menekankan dalam Rapat Koordinasi Perdagangan dan Perindustrian ini tidak hanya sinkronisasi dan sinergitas program kegiatan saja, namun juga dapat melahirkan ide dan pemikiran-pemikiran baru dalam kaitannya dengan program pengembangan dan penguatan sektor industri dan perdagangan di Daerah masing-masing.
H. Nurul Edy berharap peran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk bersama-sama mendorong pembangunan dibidang perdagangan dan perindustrian di Kalteng melalui program kegiatan yang sejalan dengan Pemerintah Pusat.

