Di penghujung perayaan Imlek 2022, direncanakan akan diadakan barongsai di Bundaran Besar. Tarian singa melambangkan kebijaksanaan, keberuntungan, pesona, kekayaan, kekuatan, dan kepemimpinan.
“Sehingga perayaan tahun baru imlek ditahun ini bukan hanya dirasakan oleh warga Tionghoa tetapi juga warga di Palangka Raya hingga Kalimantan Tengah,” ungkap HalimHalim.
Halim mengaku bangga dengan Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran. Keduanya telah mengizinkan halaman depan Rujab Gubernur Kalteng menjadi tempat perayaan bagi semua agama dan suku. Sebelumnya, dari perayaan Idul Fitri hingga Natal, agama lain bisa dipasang di depan Rujab Gubernur.

“Sekarang kebudayaan dari warga Tionghoa dalam perayaan Imlek sampai Cap Go Meh dapat terpasang ” pungkas Halim.

Sementara itu Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran ketika dibincangi MMC di Palangka Raya, Sabtu (31/01/2022) mengajak seluruh warga yang ada di Kalteng, untuk merawat kebinekaan dan kerukunan dengan tanpa melihat perbedaan agama, suku dan budaya. Menurutnya, hanya dengan persatuan dan kebersamaan akan mampu menciptakan kedamaian di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila Tanah Berkah Kalteng.

