Menyikapi hal tersebut, dirinya menjelaskan untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

“Ada berbagaimacam strategi yang bisa silakukan seperti mengoptimalkan peran komunitas Influencer dalam mencegah radikalisme dan anti Pancasila di lingkungan maayarakat dan dilingkungan pendidikan” jelasnya.

Selain itu juga dikatakan, peran komunitas-komunitas ini juga diharapkan ikut aktif dalam pengawasan sehingga jika dalam lingkungannya terdapat hal-hal yang mencurigakan terkait penyebaran virus radikalisme segera melaporkannya ke pihak yang memiliki wewenang seperti tokoh masyarkat dan tokoh agama agar bisa diantisipasi.

“Mari kita semua memahami paham radikal yang sudah menjadi ancaman bagi negara kita. saya berharap agar focus group discussion ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi secara serius sehingga tujuan focus group discussion ini dapat tercapai” tutup Dirbinmas Polda Kalteng.

www.lintasberita1.com *#RISMAN#*