Para peserta tengah mengikuti rapat secara virtual
Antisipasi Bencana Kekeringan dan Karhutla, Wagub Kalteng Edy Pratowo Tekankan Pentingnya Kolaborasi yang Solid Semua Stakeholders
“Untuk itu perlu saya tekankan kembali bahwa, adanya kolaborasi yang solid dari semua stakesholders, sangat penting dilakukan dalam mengantisipasi Bencana Kekeringan dan Karhutla ini” tambahnya.
“Kesiapan dana untuk Karhutla sudah teranggarkan di tahun 2023 ini, melekat di dinas-dinas yang sifatnya operasional, sedangkan untuk penanggulangan mitigasi Kebakaran Hutan Lahan tetap perlu adanya status siaga dan tanggap darurat itu” pungkasnya.
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin Rakor menjelaskan bahwa Sekjen Organisasi Meteorologi Dunia telah mengingatkan fenomena La Nina yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut telah berakhir, sekarang mulai berganti dengan El Nino yang membawa suhu tinggi dan lebih kering.
Dalam paparannya Luhut mengungkapkan bahwa dari pemodelan cuaca yang telah dilakukan, diprediksi fenomena El Nino puncaknya akan terjadi pada bulan Agustus 2023, hal ini berpotensi menyebabkan dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan pada beberapa daerah di Indonesia.
Berdasarkan data dari International Monetary Fund (IMF), dampak yang akan terjadi juga berkorelasi terhadap turunnya produksi pertanian dan pertambangan. Hal itu akan berdampak pula pada inflasi di Indonesia, karena besarnya kontribusi inflasi pangan terhadap inflasi keseluruhan, sehingga dengan turunnya produksi pertanian, bisa memicu kelangkaan bahan-bahan pokok di tengah masyarakat.

