“Misalnya, bisa dijual kalau panen tanamannya. Selama ini banyak lahan tidur yang tidak dimanfaatkan. Akan sangat disayangkan jika itu mubazir. Mari dari sekarang kita bercocok tanam untuk keperluan kita di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” tandasnya.
Heri juga menambahkan terlebih dengan kerap naiknya harga sejumlah bahan pokok di pasaran akibat sejumlah faktor seperti pasokan dari Kota Banjarmasin yang sempat terganggu akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Di sisi lain, tingginya curah hujan di Kota Cantik juga turut mempengaruhi panennya tanaman sayur-sayuran serta komoditas tanaman lombok milik para petani.
Begitupun harga bahan pangan tersebut akan terus mengalami kenaikan, meski kenaikan harganya terbilang cukup normatif dan masih dalam batas kewajaran saja.
“Sebab kalau terus keadaannya seperti ini, tentunya kasian masyarakat kita. Hal ini tentunya juga harus ada peran serta pemkot setempat agar persoalan yang dihadapi segera terselesaikan.” imbuhnya.
www.lintasberita1.com *#TIM#*

