Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Satuan Tugas Udara Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melaporkan hasil patroli udara dan water bombing (WB) di wilayah Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Kota Kapuas.
Patroli udara akan dilakukan di sepanjang jalur Piqui – Tanjung Taruna – Tumbang Nusa – Gohon – Buntoy – Paduran Sabangau – Sebangau Jayasayi Hambawan – Bahaul Hilir – Kapuas Mulung – Mantangai – Sabal – Danau Tundai. , lalu kembali ke Palangka Raya,” kata Kepala Eksekutif BBPPK Kalimantan Tengah Ahmad Toib saat ditemui di kantornya, Rabu (27 September 2023).
Selain itu, Toyib memberikan informasi detail mengenai hasil patroli yang dilakukan. Dia menjelaskan, kondisi kebakaran hutan dan lahan masih aktif dan mengeluarkan asap di titik api (FS) Tanjung Taruna. Selain itu, FS juga aktif dan masih merokok di Tumbang Nusa, Gohong, dan Lamunti. Di Buntoi, FS aktif dan masih mengeluarkan asap. Selanjutnya di Paduran Sabangau, FS aktif masih mengeluarkan asap dan api semakin membesar. Begitu pula di Sebangau Jaya, FS aktif masih merokok dan menyebar.
“FS aktif di Sebangau Permai, FS aktif di Sebangau Mulya, FS aktif di Katingan Kuala, FS aktif di Sei Hambawang, FS aktif di Bahaur Hilir dan wilayahnya semakin luas, di Lalukau Lama FS aktif aktif, di Mampai FS aktif, di Dadahup FS aktif”, di Kapuas Murung FS aktif, di Belawang FS aktif aktif, di Mantangai FS aktif masih merokok dan makin meluas, di Sabaru bahwa “FS Aktif masih marak dan meluas, di Danau Tundai FS aktif dan semakin meluas,” jelasnya.
Setelah melakukan analisis poin FS, maka tindakan WB pun dilaksanakan. Khusus helikopter MI-8 MTV-1 dikerahkan untuk serangan perdana di Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau. Hal ini dilakukan sebanyak 46 kali dengan menggunakan total 184.000 liter air untuk memadamkan api di lahan sekitar 10 hektar. Meskipun ada upaya-upaya ini, kawasan itu masih berasap. Serangan kedua terjadi di Sabaru, Kota Palangka Raya, yang melakukan 42 putaran WB dengan memanfaatkan 168.000 liter air untuk memadamkan api di lahan seluas serupa. Sayangnya, keadaan akhir kawasan itu masih mengeluarkan asap, seperti diberitakan.
Selain itu, disebutkan Heli S61A melakukan 56 kali water bombing di Kabupaten Buntoi Pulang Pisau serangan 1. Jumlah air yang terpakai sebanyak 252.000 liter dan lahan yang terbakar sekitar 9 hektare. Kondisi terakhir kawasan itu masih mengeluarkan asap. Pada serangan mendadak 2 yang berlangsung di Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, terjadi 67 kali bom air. Air yang digunakan dalam operasi ini sebanyak 301.500 liter dan lahan yang terbakar sekitar 10 hektare. Kondisi terakhir kawasan ini juga masih mengeluarkan asap. *#TIM#* www.lintasberita1.com

