BARITO TIMUR – www.lintasberita1.com – Pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) serta tata kelola perkebunan berkelanjutan di Kabupaten Barito Timur (Bartim) menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah.
Komisi II DPRD Kalteng mendorong seluruh perusahaan perkebunan di wilayah tersebut membuktikan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Hj. Siti Nafsiah, mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kunjungan kerja Komisi II ke Kabupaten Barito Timur, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan prinsip perkebunan berkelanjutan, termasuk realisasi program CSR, pola kemitraan dengan masyarakat, serta upaya perusahaan dalam menjaga lingkungan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memotret langsung implementasi di lapangan, sekaligus mengukur sejauh mana komitmen perusahaan terhadap aspek sosial, lingkungan, dan tanggung jawab etisnya kepada masyarakat,” kata Siti Nafsiah.
Ia menegaskan, keberadaan perusahaan perkebunan tidak semestinya hanya berorientasi pada aktivitas bisnis dan keuntungan. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Karena itu, pelaksanaan program CSR dan tanggung jawab terhadap lingkungan diharapkan tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Selain menyoroti CSR dan tata kelola perkebunan, Komisi II DPRD Kalteng juga memberikan perhatian terhadap kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya di tengah musim kemarau.
Siti Nafsiah meminta perusahaan perkebunan mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, terutama apabila terdapat titik api di sekitar wilayah konsesi.
“Komisi II juga meminta pihak perusahaan memaparkan secara rinci langkah pencegahan karhutla yang telah disiapkan. Ini mencakup kesiapsiagaan personel di lapangan hingga kelayakan sarana dan prasarana pemadaman api,” tegasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan perusahaan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran. Perusahaan diharapkan memastikan personel, peralatan, serta sistem penanganan kebakaran dalam kondisi siap digunakan.
Siti berharap komitmen perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan terus diperkuat. Dengan demikian, aktivitas perkebunan dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Harapannya, roda bisnis perkebunan dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan, senantiasa mematuhi aturan, serta membawa dampak positif bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

