Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat pendidikan bahasa asing di Indonesia mendapat respons positif dari berbagai daerah. Bahkan, jauh sebelum Presiden Prabowo menyampaikan arahan agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai mempelajari Bahasa Prancis dalam pertemuan resmi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah telah lebih dahulu menjalankan program pembelajaran bahasa asing secara virtual bagi siswa SMA dan SMK se-Kalimantan Tengah.

Dalam konferensi pers bersama Presiden Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026), Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis. Salah satu poin yang menjadi perhatian publik ialah dorongan agar seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mulai mempelajari Bahasa Prancis sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan global yang semakin dinamis dan multipolar.

“Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar Bahasa Prancis. Melihat perkembangan dunia ke depan, Indonesia harus mampu memainkan peran positif dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Prabowo.

Pernyataan Presiden tersebut sejalan dengan kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran. Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, program pembelajaran bahasa asing virtual untuk SMA dan SMK telah resmi diluncurkan sejak Oktober 2025. Saat itu, peserta didik diberikan kesempatan mempelajari lima bahasa asing sekaligus, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Arab, dan Bahasa Prancis.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi solusi pemerataan akses pendidikan di wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki cakupan geografis sangat luas. Melalui kelas virtual, siswa di daerah terpencil maupun pedalaman tetap memperoleh kesempatan belajar yang sama dengan siswa di wilayah perkotaan, termasuk dalam penguasaan bahasa asing.

“Masih banyak sekolah di pelosok dan pedalaman yang belum memiliki guru bahasa asing. Karena itu kami memanfaatkan teknologi agar seluruh siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran yang sama. Tujuannya agar anak-anak Kalimantan Tengah memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Komitmen tersebut kemudian diperkuat pada Januari 2026. Menyusul tingginya antusiasme peserta didik, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menambah dua bahasa baru ke dalam program pembelajaran ekstra bahasa asing, yakni Bahasa Korea dan Bahasa Mandarin. Penambahan tersebut dilakukan berdasarkan aspirasi peserta didik yang menginginkan lebih banyak pilihan bahasa untuk mendukung pendidikan maupun peluang kerja di tingkat internasional.

Dengan tambahan tersebut, saat ini peserta didik SMA dan SMK se-Kalimantan Tengah dapat mempelajari tujuh bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris pada hari Senin, Bahasa Jepang dan Mandarin pada hari Selasa, Bahasa Jerman pada hari Rabu, Bahasa Prancis dan Korea pada hari Kamis, serta Bahasa Arab pada hari Jumat. Program ini dilaksanakan secara rutin melalui kelas daring yang dapat diikuti siswa dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Muhammad Reza Prabowo menilai bahwa penguasaan bahasa asing bukan sekadar kemampuan komunikasi, melainkan investasi kompetensi jangka panjang yang akan menentukan daya saing generasi muda di masa depan. Menurutnya, semakin banyak bahasa yang dikuasai siswa, semakin besar pula peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, dan berkolaborasi di tingkat global.

“Kami ingin lulusan Kalimantan Tengah memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Oleh karena itu, program pembelajaran bahasa asing ini kami hadirkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berfokus pada masa depan,” tegasnya.

Arahan Presiden Prabowo mengenai pembelajaran Bahasa Prancis semakin memperkuat relevansi program yang telah dijalankan Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah. Ketika pemerintah pusat kini mendorong penguatan Bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia, Kalimantan Tengah tercatat telah mengambil langkah lebih awal dengan memasukkan Bahasa Prancis sebagai bagian dari program pembelajaran bahasa asing sejak Oktober 2025.

Keberhasilan pelaksanaan program tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Melalui dukungan penuh Gubernur Agustiar Sabran serta inovasi berkelanjutan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, para peserta didik kini memiliki akses lebih luas untuk mempelajari berbagai bahasa dunia dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Dengan demikian, semangat yang disampaikan Presiden Prabowo di Paris bukanlah hal baru bagi dunia pendidikan Kalimantan Tengah. Program yang telah berjalan sejak 2025 menjadi bukti bahwa Kalimantan Tengah telah bergerak lebih awal dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif, berwawasan internasional, dan siap mengambil peran di kancah global melalui penguasaan berbagai bahasa asing. *#TIM#* www.lintasberita1.com