Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Sejumlah pelajar dan mahasiswa asal Palangka Raya yang tergabung dalam Aliansi Reformasi Polri (Aromi) menyerahkan aspirasi terkait perbaikan institusi kepolisian kepada DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (2/3/2026).

Koordinator lapangan aksi, Yosafat, menyampaikan bahwa tuntutan tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan atas berbagai kasus dugaan pelanggaran oleh oknum aparat, termasuk peristiwa yang menimpa Arianto Tawakal (14) di Tual, Maluku.

“Kematian Arianto Tawakal sangat memilukan. Generasi penerus bangsa tidak semestinya mendapatkan tindakan seperti itu, dan hal ini yang memicu aksi kami,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Aromi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendorong percepatan reformasi Polri, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepolisian, serta penegakan hukum tegas terhadap oknum yang melakukan pelanggaran.

Mereka juga mendesak reformasi sistem pendidikan kepolisian agar lebih mengedepankan prinsip hak asasi manusia dan pendekatan non-kekerasan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan menyampaikan tuntutan tersebut ke tingkat pusat.

“Seluruh aspirasi telah kami tampung. Kami berencana segera menemui DPR RI untuk menyampaikan desakan dari rekan-rekan mahasiswa ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, DPRD Kalteng berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah pusat dalam menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di daerah.

Dengan adanya penyampaian aspirasi ini, diharapkan terjadi perbaikan sistemik dalam institusi kepolisian guna meningkatkan kepercayaan masyarakat serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak asasi manusia. *#TIM#* www.lintasberita1.com