Palangka Raya – www.lintasberita1.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 dalam rangka menyinergikan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan desa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lewu Pancasila Dinas PMD Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (9/2/2026).
Rakernis tersebut diikuti 65 peserta yang berasal dari Dinas yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga strategis, antara lain Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas PMD Kalimantan Tengah, H. Aryawan, saat membuka acara menegaskan bahwa Rakernis memiliki peran krusial dalam memastikan efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan desa. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar sejalan dengan arah kebijakan nasional serta visi, misi, dan prioritas pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
“Pembangunan daerah adalah langkah nyata yang harus melibatkan seluruh komponen masyarakat. Untuk mewujudkan Kalteng Berkah dan Kalteng Maju, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan,” ujar H. Aryawan.
Ia menjelaskan, Dinas PMD Kalteng berkomitmen membangun dari desa dan dari bawah sebagai strategi utama dalam pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan. Fokus pembangunan desa tersebut juga berpedoman pada visi, misi, dan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Selain itu, pemanfaatan Sistem Data Sektoral (SIDARA) turut menjadi fokus penting dalam Rakernis ini. Data desa se-Kalimantan Tengah dinilai sangat dibutuhkan sebagai data dukung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat dan desa.
Dalam forum tersebut, Aryawan juga menyoroti sejumlah isu strategis, antara lain peningkatan kapasitas aparatur desa untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, peningkatan partisipasi masyarakat agar pembangunan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, serta optimalisasi peran lembaga desa dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Rakernis ini bertujuan merancang strategi dan langkah konkret untuk menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dan desa di Kalimantan Tengah, sehingga mampu memperkuat komitmen bersama dalam perencanaan dan implementasi program secara berkelanjutan.
“Maka hasil yang kita harapkan dari Rakernis ini adalah terwujudnya program pemberdayaan yang efektif dan efisien, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas desa, baik dari aspek ekonomi, sosial, infrastruktur, maupun lingkungan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

