Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, menekankan perlunya penanganan kemiskinan dan perlindungan anak yang lebih serius di ibu kota Kalimantan Tengah. Hal ini disampaikan menyusul masih tingginya angka keluarga prasejahtera serta kasus anak yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

Menurut Hatir, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan sosial.

“Kemiskinan adalah masalah kompleks yang butuh pendekatan menyeluruh. Program bantuan sosial saja tidak cukup, harus ada pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri,” ujar Hatir, Jumat (25/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan anak dari risiko kekerasan, eksploitasi, dan putus sekolah. Pemerintah kota didorong untuk meningkatkan pengawasan serta memperkuat peran lembaga perlindungan anak di tingkat kelurahan.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendapat akses pendidikan yang layak,” tambahnya.

Hatir menekankan perlunya pembaruan data warga miskin dan anak rentan secara berkala, agar bantuan dan intervensi pemerintah tepat sasaran. Selain itu, kolaborasi dengan dunia usaha, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan dianggap penting untuk mempercepat penanganan masalah sosial.

“Kami ingin setiap program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan anak benar-benar menyentuh akar masalah, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Ia berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran terkait program ini, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dengan langkah-langkah tersebut, DPRD berharap Palangka Raya dapat menjadi kota lebih inklusif, peduli terhadap kesejahteraan warganya, dan ramah bagi anak-anak. *#TIM#* www.lintasberita1.com