Palangka Raya – www.lintasberita1.com –  Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ketua Komisi III DPRD Kalteng, H. Sugiyarto, menilai program-program yang dijalankan Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran telah bergerak ke arah yang tepat dalam memperkuat kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru.

Salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi adalah Program 10.000 Kuliah Gratis. Hingga 2025, terdapat 3.060 mahasiswa yang telah menikmati kuliah tanpa biaya di 33 perguruan tinggi se-Kalteng, dengan total anggaran Rp15,3 miliar. Program ini sekaligus mendukung visi Satu Keluarga Satu Sarjana untuk memutus rantai kemiskinan.

Kebijakan sekolah gratis melalui BOSDA serta bantuan seragam gratis bagi siswa miskin ekstrem juga menjamin tidak ada peserta didik putus sekolah karena biaya dasar.

“Prinsipnya tepat sasaran. Mereka yang kurang mampu porsi bantuannya lebih besar. Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kurang mampu,” kata Sugiyarto, Selasa (18/11/2025).

Selain pendidikan dasar, pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui pembayaran kembali TPP ASN berdasarkan Pergub Nomor 34 Tahun 2025, termasuk insentif guru sertifikasi, non-sertifikasi, dan guru terpencil.

“Untuk pembayaran TPP sudah sangat lancar. Diupayakan November–Desember ini dapat terbayarkan semuanya,” ujar Sugiyarto.

Menurutnya, berbagai capaian tersebut menunjukkan fokus Pemprov dalam membangun SDM unggul sejak dari desa hingga kota.

Di momen Hari Guru Nasional ini, Komisi III menegaskan akan terus mendukung penguatan kebijakan yang berpihak pada guru dan siswa.

“Memuliakan guru adalah jalan paling strategis untuk memuliakan masa depan Kalteng dan Indonesia,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com