Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Transformasi digital pendidikan semakin terasa di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Ribuan fasilitas teknologi seperti TV interaktif, papan tulis digital, panel surya, dan starlink disalurkan ke sekolah, bahkan hingga wilayah pedalaman.

Untuk SMA, tercatat 1.980 unit TV interaktif disalurkan ke sekolah negeri dan 131 unit ke sekolah swasta. Di SMK, 710 unit untuk negeri dan 91 unit untuk swasta, serta 31 unit untuk SKH.

“Teknologi menjadi solusi cerdas bagi keterbatasan energi dan akses,” ujar Kepala SMAN 1 Kuala Kapuas, Dwi Haryanto.

Penguatan kompetensi guru juga dilakukan melalui Pelatihan Huma Betang berbasis LMS. Guru dapat mengulang materi kapan saja serta mengelola pembelajaran lebih efektif.

Dorongan besar ini turut mendongkrak capaian Rapor Pendidikan 2025. Kalteng naik dari kategori rintangan tuntas muda menjadi tuntas pertama dengan skor 71,35.
Sekolah khusus mencatat lompatan fantastis: literasi naik dari 35,47 ke 70, numerasi dari 58,6 ke 85.

Program Kelas Digital Huma Betang juga resmi berjalan dengan pola pembelajaran sinkronus dan asinkronus, dan akan diterapkan di seluruh SMA/SMK pada 2026–2027.

“Digitalisasi ini adalah kebutuhan untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Reza.

Apresiasi atas transformasi ini datang dari MKKS SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng.

“Program-program Pak Gubernur menjadi pondasi bagi pendidikan yang berkualitas, modern, dan berkeadilan,” ujar Ketua MKKS SMA se-Kalteng, Dwi Haryanto.

Ketua MKKS SKH, Joko Waluyo, menilai perhatian pada pendidikan inklusif menunjukkan kebijakan yang berkeadilan.

“Ini wujud nyata pendidikan bermutu untuk semua,” ucapnya.

Perubahan besar yang dirasakan para pendidik dan siswa membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi masa depan pendidikan di Bumi Tambun Bungai. *#TIM#* www.lintasberita1.com