Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2025 dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin, menyampaikan bahwa pelestarian batik tidak hanya terkait identitas budaya, tetapi juga dapat menjadi peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Batik memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi kreatif jika terus dikembangkan secara serius,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Ia menjelaskan, keberagaman motif batik mengandung nilai sejarah dan budaya yang mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus produk unggulan daerah. Oleh karena itu, penguatan industri batik juga berarti memberi ruang lebih luas bagi perajin lokal untuk tumbuh.
“Setiap motif memiliki cerita yang bisa menjadi daya jual dan ciri khas daerah,” katanya.
Menurut Riska, pengembangan batik membutuhkan kolaborasi erat antara perajin, masyarakat, dan pemerintah daerah agar warisan budaya ini tetap relevan dan diminati generasi masa kini.
“Kita perlu bekerja bersama agar batik tetap relevan dan diminati generasi muda,” tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas perajin melalui pelatihan, serta pemanfaatan teknologi pemasaran modern, akan membantu batik lokal bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
“Dengan pemasaran yang tepat, batik lokal bisa bersaing dan dikenal lebih luas,” ucapnya.
Riska berharap peringatan Hari Batik Nasional dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk budaya daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah.
“Melestarikan batik berarti menjaga budaya sekaligus membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

