Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar proyek teknologi, melainkan strategi besar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Program ini merupakan gagasan Gubernur H. Agustiar Sabran yang menekankan pentingnya modernisasi sekolah di seluruh wilayah Kalteng, baik perkotaan maupun daerah pelosok.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan bahwa pemerataan kualitas belajar menjadi komitmen utama pemerintah daerah.
“Semua anak Kalteng berhak mendapatkan akses belajar berkualitas, di kota maupun di pelosok,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Melalui Dinas Pendidikan, pemerintah telah memperluat jaringan digital sekolah dengan menghadirkan akses internet berbasis Starlink, bantuan panel surya, platform e-learning, hingga pelatihan coding bagi guru dan siswa.
Dampaknya kini mulai terlihat. Proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan efisien, serta akses pendidikan semakin mudah dijangkau di seluruh wilayah.
“Kami memastikan tidak ada lagi daerah yang blank spot pendidikan,” tegas Reza.
Transformasi ini turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalteng pada 2025 yang mencapai 74,86, terutama melalui kenaikan indikator pengetahuan dan standar hidup layak.
Ke depan, Pemprov Kalteng berkomitmen memperluas program digitalisasi hingga mencakup sekolah-sekolah inklusif di kawasan pedalaman.
“Pendidikan berbasis teknologi adalah masa depan. Kalteng sudah melangkah lebih dulu,” tuturnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

