Barito Selatan – www.lintasberita1.com – Komisi Disiplin (Komdis) Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Kalimantan Tengah Zona Timur 2025 mengusulkan sanksi berat bagi Bartim Segah FC karena dinilai tidak menjunjung tinggi semangat fair play saat laga perebutan juara III dan IV melawan Perseba Barsel, di Stadion Batuah Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Minggu (28/9/2025).

Dalam pertandingan tersebut, tim Bartim Segah FC menunjukkan sikap tidak sportif dengan tidak berupaya merebut bola dari pemain Perseba Barsel sepanjang laga berlangsung.

Ketua Komdis Gubernur Cup Zona Timur 2025, Kristy Briantomy, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Komdis Asprov PSSI Kalimantan Tengah untuk menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan bertanding kepada tim Bartim Segah FC beserta pemain dan official-nya di seluruh turnamen resmi di bawah pembinaan PSSI selama minimal 12 bulan.

“Kami sudah menyurati Komdis Asprov PSSI Kalteng untuk menjatuhkan sanksi blacklist kepada Bartim Segah FC,” tegas Kristy, Minggu (28/9/2025).

Kristy mengaku sangat menyayangkan tindakan tersebut, terlebih setelah sebelumnya Bartim Segah FC hanya dijatuhi sanksi ringan berupa Walk Out (WO) dengan skor 0–5 dari Barsel Selection, namun tetap diberikan kesempatan tampil di laga perebutan juara III melawan Perseba Barsel.

Padahal, berdasarkan Pasal 63 Kode Disiplin PSSI, tindakan pemalsuan data pemain dapat berakibat sanksi berat berupa diskualifikasi, skorsing terhadap pemain dan official, serta denda minimal Rp25 juta.

“Sangat disayangkan, karena kami sebelumnya sudah mempertimbangkan potensi dan bakat muda yang ada. Tapi kesempatan itu justru tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Kristy.

Sebelumnya, pada sidang disiplin yang digelar Sabtu (27/9/2025) malam di Buntok, Komdis turnamen telah menjatuhkan sanksi kepada Bartim Segah FC karena memainkan dua pemain yang tidak memenuhi syarat usia — yakni kelahiran 2011, sementara ketentuan turnamen mengizinkan pemain termuda kelahiran 2009 dan tertua 2006.

Selain itu, manajer tim Bartim Segah FC mengakui adanya kekeliruan dalam pengisian formulir pendaftaran, di mana salah satu pemain dicantumkan kelahiran 2007, padahal berdasarkan data kependudukan sebenarnya kelahiran 2011.

Atas pelanggaran tersebut, Komdis juga memutuskan melarang manajer dan official tim Bartim Segah FC berada di bench pemain selama pertandingan perebutan juara III, serta dua pemain yang terbukti tidak sah dilarang ikut bertanding.

“Sudah diberi kesempatan untuk berbenah, tapi justru tidak menjunjung semangat fair play. Kami sangat kecewa dengan kejadian ini,” tandas Kristy. *#TIM#* www.lintasberita1.com