Barito Selatan – www.lintasberita1.com – Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Hasnur Centre bersama Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan menggelar pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI) bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Barito Selatan.
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, mulai 20 hingga 25 Oktober 2025 di MAN Buntok, diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari berbagai SD dan SMP di wilayah Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus.
Deputy Director in Research & Development sekaligus Head of Teaching Challenges & Sister School Program HAFECS, Danang Bagus Yudhistira, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mulai mengintegrasikan pembelajaran koding dan AI dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
“Pemerintah memiliki kebijakan untuk mengajarkan koding dan kecerdasan artifisial bagi siswa SD, SMP, dan SMA. Karena itu, pemerintah menyiapkan perangkat berupa kurikulum, dan pelatihannya dilaksanakan oleh Lembaga Pelatihan Diklat (LPD). Salah satu LPD yang dipercaya adalah Yayasan Hasnur Centre,” terang Danang.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari program yang dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, dan berlangsung secara berkelanjutan melalui Learning Management System (LMS) yang disediakan oleh kementerian.
“Kegiatan di Barsel ini adalah pelatihan lanjutan dari program LMS yang telah dijalankan sejak Juli 2025,” imbuhnya.
Untuk wilayah Kalimantan Tengah, LPD Hasnur Centre mendapat mandat untuk melaksanakan pelatihan di tiga daerah, yakni Kabupaten Barito Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari para instruktur berpengalaman di bidang koding dan kecerdasan buatan, di antaranya Danang Bagus Yudhistira, Ubaidillah, Akhmad Risqa’n, dan Muhammad Ramdhani.
Seluruh peserta menyampaikan apresiasi dan kepuasan atas pelaksanaan kegiatan ini, karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini serta membuka wawasan baru dalam penerapan teknologi di sekolah. *#TIM#* www.lintasberita1.com

