Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai guru pertama dalam proses tumbuh kembang anak, baik dari sisi karakter, pendidikan, maupun keterampilan sosial.
Menurutnya, rumah merupakan lingkungan pendidikan paling awal yang membentuk kepribadian anak sebelum mereka mengenal dunia sekolah.
“Orang tua adalah guru pertama. Di rumah, anak belajar tentang nilai moral, etika, dan cara berinteraksi. Pendidikan formal di sekolah hanya melanjutkan fondasi yang sudah dibangun keluarga,” ujar Okki, Kamis (24/7/2025).
Ia menilai bahwa pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada guru di sekolah. Orang tua, kata dia, harus aktif mendampingi anak belajar, menjadi teladan dalam perilaku, serta membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.
“Kalau orang tua abai, dampaknya akan besar. Anak bisa kehilangan arah, bahkan terpengaruh hal negatif dari luar. Maka, orang tua harus hadir sebagai pendidik utama,” tegasnya.
Selain itu, Okki menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua, misalnya melalui komite sekolah dan program parenting, agar proses pendidikan anak dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan.
“Sinergi ini penting. Guru di sekolah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan orang tua agar anak berkembang secara utuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, DPRD mendorong pemerintah provinsi untuk memperkuat program edukasi bagi orang tua, seperti pelatihan pola asuh, literasi digital, dan penguatan nilai-nilai budaya lokal yang relevan bagi pendidikan anak.
“Kami akan mengawal kebijakan yang mendukung orang tua agar mampu menjalankan perannya dengan baik. Pendidikan dimulai dari rumah, karena dari situlah masa depan anak terbentuk,” pungkasnya.
Dengan penguatan peran keluarga sebagai basis pendidikan, DPRD Kalteng berharap kualitas generasi muda di Kalimantan Tengah semakin meningkat, tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan daya saing yang kuat. *#TIM#* www.lintasberita1.com

