Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, H. Muhajirin, menegaskan pentingnya transparansi dalam penyaluran dana hibah agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Muhajirin, dana hibah yang digelontorkan pemerintah setiap tahun nilainya cukup besar dan menyasar berbagai sektor, mulai dari keagamaan, pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan. Karena itu, pengelolaan dana ini harus dilakukan secara terbuka untuk menghindari kecurigaan publik.
“Dana hibah itu berasal dari uang rakyat, sehingga penggunaannya harus jelas, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada penyimpangan atau pemberian yang tidak sesuai peruntukan,” ujar Muhajirin, Senin (28/7/2025).
Ia menilai perlu adanya mekanisme verifikasi yang ketat bagi calon penerima hibah agar bantuan diberikan kepada pihak yang benar-benar layak dan memiliki program bermanfaat bagi masyarakat.
“Harus ada standar yang jelas, siapa yang berhak menerima, apa indikatornya, dan bagaimana hasil yang diharapkan dari dana tersebut,” lanjutnya.
Selain seleksi di awal, Muhajirin juga meminta pemerintah melakukan pengawasan berlapis terhadap penggunaan dana hibah setelah disalurkan. Hal ini penting agar bantuan tidak berhenti hanya di tahap seremonial penyerahan, tetapi benar-benar diimplementasikan sesuai dengan proposal yang diajukan.
“Bukan hanya transparansi di awal, tapi juga pengawasan di lapangan. Hibah harus membawa dampak positif, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Ia pun mengusulkan agar laporan realisasi penggunaan dana hibah dipublikasikan secara berkala, sehingga masyarakat dapat ikut memantau dan memastikan akuntabilitas pelaksanaan program.
“Publik harus tahu siapa penerimanya, berapa jumlahnya, dan apa hasil yang dicapai. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga meningkat,” imbuhnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, DPRD Kalteng berharap penyaluran dana hibah di daerah dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Transparansi adalah kunci. Kalau dikelola dengan baik, dana hibah bisa menjadi instrumen penting untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat,” pungkas Muhajirin. *#TIM#* www.lintasberita1.com

