PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, menyambut baik penyelenggaraan Huma Betang Night yang digagas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sebagai bentuk inovasi pemanfaatan ruang publik di Kota Palangka Raya.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I — meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas — kegiatan ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan, keterbukaan, dan persatuan dalam keberagaman.

“Komisi II memandang bahwa inisiatif ini selaras dengan semangat pembangunan berbasis identitas daerah dan dapat menjadi ikon kegiatan sosial budaya yang berdampak positif bagi masyarakat luas,” ujar Siti Nafsiah, Sabtu (28/6/2025).

Ia menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan semacam ini perlu tetap memperhatikan pendekatan yang sesuai dengan esensi budaya, yakni bersifat sukarela dan partisipatif. “Bukan berdasarkan kewajiban birokratis,” tegasnya.

Selain itu, indikator keberhasilan acara juga sebaiknya mengarah pada dampak substantif. Di antaranya adalah meningkatnya pendapatan pelaku UMKM, keterlibatan aktif komunitas seni, serta tingginya kepuasan masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan dan pemanfaatan ruang publik yang aman dan inklusif.

“Pengelolaan anggaran juga harus efisien dan berorientasi pada hasil nyata, tidak hanya sekadar menciptakan keramaian dan dokumentasi visual,” tambahnya. Ia berharap agar penyelenggaraan Huma Betang Night benar-benar memberikan nilai tambah dalam aspek ekonomi kreatif lokal dan pelestarian budaya jangka panjang.

Lebih jauh, Siti Nafsiah menyoroti pentingnya pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan Bundaran Besar selama acara berlangsung. Ia menilai penutupan jalan tanpa mitigasi yang tepat dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.

“Pemerintah daerah perlu menyusun skema pengalihan arus lalu lintas yang matang, menyediakan area parkir yang memadai, serta memasang rambu-rambu informatif. Jalur alternatif juga harus dalam kondisi layak, khususnya saat malam hari,” katanya.

Aspek kebersihan, keamanan, dan keterlibatan komunitas juga dianggap krusial. Menurutnya, Huma Betang Night seharusnya menjadi ajang yang ramah masyarakat, berkelanjutan, serta memperkuat daya saing budaya Kalteng.

“Dengan demikian, kami berharap kualitas pelaksanaan kegiatan ini terus ditingkatkan melalui perencanaan matang, pelibatan masyarakat secara luas, dan pengelolaan yang efektif,” pungkasnya.

Siti Nafsiah juga menegaskan komitmen Komisi II untuk terus mendorong sinergi antara DPRD dan Pemprov dalam mendukung pembangunan daerah berbasis kearifan lokal, inklusif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. *#TIM#* www.lintasberita1.com