Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Pembicaraan seputar perguruan tinggi (PT) yang mengelola pertambangan telah menarik perhatian DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng).
Menurut laporan Kalteng Pos, Yohannes Freddy Ering, anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat menyebabkan perguruan tinggi kehilangan fokus pada misi utamanya untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Ia mencatat, pengelolaan operasi pertambangan membutuhkan sumber daya finansial yang besar, yang dapat mengalihkan perhatian dari prioritas utama akademisi.
Freddy juga menyatakan kekhawatiran bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam pertambangan dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat di antara para akademisi.
Universitas siap berkolaborasi dalam penelitian, pemberdayaan masyarakat, dan studi lingkungan untuk mendorong praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmennya untuk mencetak tenaga ahli di bidang pertambangan, UMPR saat ini tengah mendirikan jurusan pertambangan.
Namun, UMPR terbuka untuk turut serta dalam pengembangan sektor pertambangan.
Di sisi lain, Muhammad Yusuf, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), menegaskan bahwa lembaganya tetap berdedikasi pada peran utamanya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

