Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Yohannes Freddy Ering, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, meminta agar Bulog memperketat distribusi beras melalui program Stabilisasi Persediaan dan Harga Pangan (SPHP) dengan melibatkan gugus tugas pangan. Selain itu, pedagang pasar juga wajib memantau secara berkala pedagang pasar lainnya untuk memastikan produknya dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia mengatakan, pengawasan juga ditingkatkan terhadap mekanisme pendistribusian beras SPHP saat diberikan kepada pengecer di pasar tradisional pada Jumat, (15/03/2024).
Pengecer tidak boleh melakukan over-sacking, artinya tidak boleh mengganti kemasan atau memindahkan beras SPHP ke karung lain. Jika ada yang terbukti melanggar aturan ini, maka akan dikenakan sanksi karena melanggarnya.
Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat membeli beras SPHP karena harganya yang lebih murah dibandingkan varietas beras lainnya, sehingga Satgas Pangan setempat harus memastikan pengawasan yang ketat. Pengawasan pasar beras melalui SPHP ditingkatkan untuk mencegah oknum mengeksploitasi sistem dan menjaga harga beras agar tidak anjlok.
Dia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan tercampurnya beras Bulog. Lebih lanjut, dia menyebutkan kemasan beras Bulog telah tersubstitusi dengan karung beras premium merek lokal sehingga menyebabkan harga beras melonjak. *#TIM#* www.lintasberita1.com

