Palangka Raya – lintasberita1.com – Pemerintah daerah, khususnya Pemprov Kalteng, telah mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Kalteng terkait penataan jembatan Kahayan yang akan menjadi waterfront city.
Salah satunya Henry, Anggota Komisi IV. Ia menilai pembangunan jembatan Kahayan tidak mendesak atau mendesak. Pasalnya, ada beberapa hal lain yang memerlukan pertimbangan dan lebih mendesak ketimbang mengawasi jembatan.
Ia mengatakan pada Sabtu, 24 Juni 2023, menurutnya rencana penataan ulang jembatan Kahayan tidak terlalu mendesak. Kejelasan dan urgensinya akan kita persoalkan dulu karena masih banyak persoalan lain yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
Dia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembicaraan mengenai penataan ulang jembatan Kahayan. Meski demikian, ketika diangkat ke depan, pihaknya akan mengutamakan pertimbangan asas kemanfaatan, khususnya bagi masyarakat, terkait dengan wacana tersebut.
“Saat ini belum ada pembahasan, tapi nanti kita lihat rencananya seperti apa, asas manfaat untuk masyarakat seperti apa. Kita akan tanyakan semuanya dari segi urgensi, asas manfaat dan sebagainya,” ujarnya.
Disebutkannya, masih ada berbagai persoalan di Kalteng yang perlu mendapat perhatian. Salah satu contohnya adalah adanya jalan yang rusak, terutama jalan provinsi. Seharusnya pemerintah daerah memprioritaskan alokasi dana untuk perbaikan ini karena lebih mendesak dibanding tugas menata ulang jembatan Kahayan.

