Palangka Raya – lintasberita1.com – Selama dua bulan terakhir, sejak April hingga Mei 2023, wilayah Kalimantan Tengah mengalami peningkatan jumlah titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup memprihatinkan sehingga perlu tindakan segera.
Menanggapi hal tersebut, Sengkon, anggota DPRD Kalteng, mendesak pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk meningkatkan upaya kolaboratif dengan pihak lain untuk secara proaktif menangani karhutla yang meningkat di wilayah Kalteng.
Ia mengatakan, Senin, 29 Mei 2023, meski prediksi menunjukkan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus, namun data terkini menunjukkan peningkatan titik api karhutla yang mengancam kawasan tersebut. Kami telah mengamati ini sendiri.
Untuk mencegah penyebaran dan pertumbuhan karhutla di Kalteng, pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan.
Untuk mengelola karhutla secara efektif, penting untuk mempersiapkan dan mengoptimalkan berbagai aspek penanganan secara memadai.
Ia mengatakan, untuk mencegah kabut asap kembali terjadi di Kalimantan Tengah seperti yang pernah terjadi sebelumnya, penting untuk mulai menangani situasi ini sejak dini. Patroli lapangan secara rutin harus dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membakar lahan.
Menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang, dia menyatakan setiap daerah harus tetap waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.

