Palangka Raya, lintasberita1.com – Menurut informasi statistik pendidikan di Kalteng yang pihaknya ketahui 52 persen masyarakat di provinsi ini merupakan lulusan sekolah dasar (SD), sehingga hal ini harus dapat menjadi perhatian pemda.
Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing mengaku prihatin setelah mengetahui statistik pendidikan di Kalteng hingga saat ini masih rendah atau belum sesuai dengan yang diharapkan.
“Banyaknya masyarakat yang hanya lulusan SD tentu akan menyulitkan mereka dalam mencari pekerjaan. Ini harus bisa menjadi fokus pemerintah untuk memperhatikannya kedepan,” ucap Duwel, Selasa (3/1/2023).
Duwel menilai rendahnya statistik pendidikan di Kalteng, itu karena diakibatkan berbagai faktor seperti terkendalanya biaya masyarakat untuk melanjutkan pendidikan dan faktor lainnya, sehingga perlu ada solusi untuk mengatasi hal tersebut.
Solusi yang dapat dilakukan yakni dengan memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi serta menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai hingga wilayah pelosok.
Terlebih lagi dengan adanya peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng yang mencapai Rp 6,7 triliun dan alokasi untuk pendidikan yaitu sebesar Rp 1,2 triliun diharapkan dapat digunakan dengan maksimal.

