Palangka Raya. lintasberita1.com – Kondisi iklim global saat ini semakin memburuk, tercatat kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi mencapai 1,5-2oC. Berbagai macam organisasi di seluruh Indonesia menyoroti hal ini, terutama aksi dan tindakan dari pemerintah untuk mengatasi permasalah ini.

Dengan adanya petisi darurat iklim change.org/stopbencana menuju 35.000 penanda tangan menjadi tindakan serius untuk menyuarakn isu iklim agar dipahami masyarakat dan ditangani secara serius oleh pemerintah.

Yayasan Indonesia Cerah, XR Indonesia, Change.org dan organisasi lainnya yang berfokus pada isu social, iklim dan anak muda melakukan sebuah inisiatif untuk permasalahan ini.

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah adanya diskusi dari Ngobrol Krisis Iklim tiap Kamis “KLIMIS” yang dilakukan menjelang penyerahan petisi darurat iklim.

Diskusi yang diadakan berfokus pada situasi krisis iklim yang berdampak terhadap munculnya berbagai macam bencana hidrometeorologi seperti badai dan cuaca ekstrem yang berdampak pada masyarakat secara umum.

Diskusi dilakukan selama empat kali dalam bulan Juli ini dengan topik yang berbeda-beda. Guna membuat diskusi ini lebih bermakna diundanglah narasumber dari berbagai kalangan salah satunya adalah kalangan pemuda sehingga Yayasan Ranu Welum mendapatkan kesempatan untuk menjadi narasumber dalam forum diskusi tersebut.