PALANGKA RAYA,lintasberita1.com -BNSP digital marketing untuk mendukung UMKM bangkit pasca Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa khususnya terhadap perekonimian negara.

Upaya Greenery Business Coaching dalam mendukung program pemerintah dibantu oleh LSP Teknologi Digital mengadakan BIMTEK dan UJI KOMPETENSI BNSP Digital Marketing di Kalimantan Tengah pada Kamis 21/07/2022 sampai pada Sabtu 23/072022 di Hotel Neo Palangka Raya.

Suka tidak suka, mau tidak mau UMKM harus berubah sistem bisnisnya menjadi digital jika tidak ingin tenggelam. Nah kendalanya teman-teman UMKM yang Sebagian besar didominasi gen kolonial belum begitu paham tentang digital, oleh karena itu harus diteruskan oleh penerusnya (anaknya, keluarganya) yang sudah familiar terhadap digital. Masalahnya lagi anak-anak muda yang mengerti digital Sebagian besar ponselnya digunakan sebagai konsumsi atau pengguna, bukan untuk hal yang produktif.

 

Oleh karena itu pemerintah hadir dengan program-programnya untuk menyadarkan dan menignkatkan kompetensi UMKM dan anak-anak muda dibidang digital. Salah satu program pemerintah adalah sertifikasi kompetensi kerja dari BNSP digital marketing untuk mendukung UMKM bangkit pasca pandemic.

Hal ini selaras dengan visi misi Greenery Business Coaching yang ingin mengembangkan sumber daya manusia terutama untuk UMKM di wilayah Kalimantan Tengah. Apabila sumber daya manusianya bertumbuh dan berkembang secara tidak langsung ekonomi daerah juga akan ikut bertumbuh. Beberapa program pelatihan dan pendampingan untuk UMKM terus akan dimaksimalkan.

Dalam kegiatan tersebut kami menghadirkan pemateri Arif Fajar Kurniawan yang sudah bersertfikasi BNSP dan berpengalaman dibidang digital kurang lebih 12 tahun dan sudah pernah ekspor produk keluar negeri.

Peserta diajarkan cara memaksimlakan digital untuk kegiatan yang produktif salah satunya untuk menjual produk-produk khas daerah agar bisa dikenal dan dijual keluar daearah. Karena sesungguhnya potensi-potensi produk daerah Kalimantan Tengah sangatlah besar, justru malah orang luar Kalimantan yang menjual produk-produk daerah kita. Arif memberikan contoh produk tas purun itu sangat digemari oleh orang-orang luar daerah bahkan luar negeri, tapi saat ini di digital yang menjual tas purun kebanyak dari orang-orang di jawa.

Setelah peserta mendapatkan bekal ilmu Digital dan penerapannya dilakukan uji kompetensi oleh tim penguji (assessor) dari LSP Teknologi Digital Bapak Muhtadi. Beliau langsung menguji peserta satu persatu untuk memastikan peserta kompeten, dari hasil uji kompetensi dari 20 peserta 4 tidak lulus sehingga hanya 16 yang bisa direkomendasikan kompeten, yang 4 orang tidak lulus diharapkan untuk mendalami lagi tentang digital.

Menurut Agus Rifai selaku penanggung jawab kegiatan mengharapkan agar kegiatan seperti ini bisa Kembali dilaksanakan, karena masih banyak peserta di Kalimatan yang ingin ikut dan belum mendapat kesempatan. Semoga sumber Daya manusia Kalimantan Tengah terus bisa berkembang dan bertumbuh untuk menggerakan ekonomi daerah.Www.lintasberita1.com#TIM#